Gigi Terasa Sakit Saat Menggigit: 7 Penyebab yang Perlu Diketahui

Gigi sakit saat menggigit dan 7 penyebabnya
Gigi sakit saat menggigit dan 7 penyebabnya

Pernah merasa gigi sakit saat menggigit atau mengunyah makanan, tetapi saat tidak digunakan gigi terasa biasa saja?

Keluhan seperti ini cukup sering terjadi. Penyebabnya pun tidak selalu sama. Gigi berlubang, gigi retak, tambalan yang bermasalah, hingga peradangan di sekitar akar gigi dapat membuat gigi terasa sakit ketika mendapat tekanan.

Lalu, apa saja penyebabnya?

1. Gigi berlubang

Gigi berlubang yang sudah cukup dalam dapat membuat gigi terasa sakit ketika digunakan untuk menggigit atau mengunyah. Semakin dalam kerusakannya, keluhan biasanya semakin terasa.

Jika lubang belum terlalu dalam, tambal gigi dapat menjadi salah satu pilihan perawatan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi gigi. Namun, jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan perawatan yang sesuai.

2. Gigi retak atau patah

Gigi yang retak tidak selalu mudah terlihat. Salah satu tandanya adalah sakit ketika menggigit makanan, terutama makanan yang keras.

Pada beberapa kasus, rasa sakit justru muncul ketika gigitan dilepaskan. Jika retakan semakin besar, struktur gigi juga dapat menjadi lebih lemah dan berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut.

Jika gigi sudah mengalami kerusakan cukup luas, dokter dapat mempertimbangkan crown atau mahkota gigi untuk membantu melindungi dan mengembalikan fungsi gigi, tergantung kondisi gigi setelah pemeriksaan.

3. Tambalan gigi bermasalah

Pernah merasa gigi seperti “lebih tinggi” setelah ditambal dan kemudian sakit saat menggigit?

Hal ini bisa terjadi ketika tambalan sedikit mengganggu kontak gigitan. Selain itu, tambalan yang mengalami kerusakan atau kebocoran juga dapat menyebabkan keluhan kembali muncul.

Jika rasa sakit setelah tambal gigi tidak membaik atau justru semakin mengganggu saat menggigit, sebaiknya lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui.

4. Peradangan pada jaringan di sekitar akar gigi

Ketika bagian dalam gigi mengalami peradangan, jaringan di sekitar ujung akar juga dapat ikut terpengaruh. Akibatnya, gigi bisa terasa sakit ketika ditekan atau digunakan untuk mengunyah.

Kondisi ini dapat terjadi pada gigi dengan lubang yang sudah dalam. Jika bagian saraf atau pulpa gigi mengalami infeksi atau kerusakan, salah satu perawatan yang mungkin diperlukan adalah perawatan saluran akar untuk membantu mempertahankan gigi.

5. Abses atau infeksi gigi

Infeksi gigi dapat menyebabkan rasa sakit ketika menggigit atau menyentuh gigi. Keluhan juga dapat disertai gusi bengkak, muncul benjolan seperti bisul, keluar nanah, atau demam.

Jika sudah terdapat tanda-tanda infeksi atau pembengkakan, jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri. Gigi perlu diperiksa untuk mengetahui sumber infeksinya dan menentukan perawatan yang diperlukan.

6. Masalah pada gusi

Sakit ketika menggigit tidak selalu berasal dari gigi. Peradangan atau infeksi pada gusi dan jaringan penyangga gigi juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman ketika area tersebut mendapat tekanan.

Jika keluhan disertai gusi mudah berdarah, bengkak, atau banyak karang gigi, pemeriksaan gusi diperlukan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan scaling atau pembersihan karang gigi sebagai bagian dari perawatan.

7. Gigi mendapat tekanan berlebih

Kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi terlalu kuat, terutama saat tidur, dapat memberikan tekanan berlebih pada gigi.

Akibatnya, gigi dapat terasa sakit atau sensitif ketika menggigit. Tekanan yang berlangsung terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko gigi mengalami keausan atau retak.

Kapan gigi sakit saat menggigit perlu diperiksa?

Tidak semua sakit saat menggigit merupakan kondisi darurat. Namun, sebaiknya jangan mengabaikannya jika keluhan berlangsung beberapa hari, semakin berat, atau muncul bersama gejala lain.

Segera periksakan gigi jika mengalami:

  • sakit saat menggigit yang terus berulang,
  • gigi sakit meskipun tidak digunakan untuk menggigit,
  • gusi bengkak atau muncul benjolan,
  • gigi patah atau diduga retak,
  • keluar nanah dari gusi,
  • demam atau pembengkakan pada wajah.

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan jaringan di sekitarnya. Jika diperlukan, pemeriksaan rontgen dapat dilakukan untuk melihat kondisi yang tidak terlihat dari luar.

Apa yang bisa dilakukan sementara?

Sambil menunggu pemeriksaan, hindari mengunyah menggunakan sisi gigi yang sakit, terutama untuk makanan keras. Tetap jaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi secara lembut.

Obat pereda nyeri dapat digunakan sesuai aturan pakai jika diperlukan. Namun, perlu diingat bahwa obat hanya membantu mengurangi rasa sakit dan tidak mengatasi penyebabnya.

FAQ Seputar Gigi Sakit Saat Menggigit

Kenapa gigi sakit saat menggigit tetapi tidak sakit terus-menerus?

Sakit yang hanya muncul ketika menggigit dapat berkaitan dengan tekanan pada gigi atau jaringan di sekitarnya. Penyebabnya bisa berupa gigi retak, lubang yang dalam, masalah tambalan, atau peradangan di sekitar akar gigi.

Apakah gigi sakit saat menggigit pasti berlubang?

Tidak. Gigi sakit saat menggigit tidak selalu berarti gigi berlubang. Gigi retak, tambalan yang bermasalah, infeksi, masalah gusi, atau tekanan berlebih juga dapat menyebabkan keluhan yang sama.

Kenapa gigi sakit saat menggigit setelah ditambal?

Gigi dapat terasa berbeda setelah ditambal. Namun, jika sakit terutama muncul ketika menggigit atau gigi terasa seperti lebih tinggi dari gigi lainnya, sebaiknya diperiksa kembali. Bisa saja tambalan perlu disesuaikan atau terdapat masalah lain pada gigi.

Apakah gigi sakit saat menggigit harus dicabut?

Belum tentu. Pencabutan bukan satu-satunya pilihan. Perawatan akan disesuaikan dengan kondisi gigi dan penyebab sakitnya. Jika gigi masih dapat dipertahankan, dokter akan mempertimbangkan perawatan yang memungkinkan gigi tetap berfungsi.

Bagaimana cara mengatasi gigi sakit saat menggigit?

Untuk sementara, hindari mengunyah pada sisi gigi yang sakit dan pilih makanan yang lebih lunak. Tetap jaga kebersihan gigi dan gunakan obat pereda nyeri sesuai aturan jika diperlukan.

Jika keluhan tidak membaik, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui.

Kapan gigi sakit saat menggigit harus segera ke dokter gigi?

Segera periksa jika sakit semakin berat, gusi atau wajah membengkak, keluar nanah, disertai demam, atau gigi mengalami patah maupun trauma.

Apakah gigi sakit saat menggigit bisa sembuh sendiri?

Tergantung penyebabnya. Keluhan ringan mungkin dapat membaik, tetapi jika disebabkan oleh gigi berlubang, retak, infeksi, atau masalah tambalan, biasanya diperlukan pemeriksaan dan perawatan untuk mengatasi penyebabnya.

Gigi sakit saat menggigit, jangan diabaikan

Sakit ketika menggigit merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa, meskipun gigi terlihat normal dari luar. Mengetahui penyebabnya sejak awal dapat membantu menentukan perawatan yang tepat.

Jika Anda mengalami gigi sakit saat menggigit atau mengunyah, Anda dapat melakukan pemeriksaan di Andini Dental, Sleman, Yogyakarta untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan perawatan yang sesuai.

Jangan tunggu sampai sakitnya semakin parah.

Mencari sesuatu?

Chat WhatsApp